KADIN Tarakan Dorong Sinergi dengan APINDO Kaltara untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Tarakan, 16 Februari 2026 — Musyawarah Provinsi (Musprov) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Utara masa bakti 2026–2031 yang digelar di Hotel Tarakan Plaza menjadi momentum penting bagi dunia usaha daerah. Forum ini tidak hanya membahas konsolidasi organisasi, tetapi juga strategi menghadapi derasnya arus investasi dan proyek strategis nasional di Kalimantan Utara.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tarakan, Effendy Gunardi, SE., M.M., menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan APINDO Kaltara dalam memperkuat peran dunia usaha lokal. Menurutnya, kepemimpinan Piter Setiawan yang kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi APINDO Kaltara merupakan bukti kepercayaan anggota sekaligus harapan besar bagi penguatan sektor ketenagakerjaan dan investasi di daerah.


Gambar : Foto Bersama Pengurus DPP APINDO KALTARA

Effendy menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Piter Setiawan. Ia menilai, keberlanjutan kepemimpinan ini akan memperkuat konsistensi program kerja APINDO, terutama dalam bidang ketenagakerjaan.

“Kami berharap kepemimpinan Bapak Piter dapat terus meningkatkan peran APINDO pada fokusnya terhadap ketenagakerjaan demi peningkatan investasi juga pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara. Kami siap mendukung dan berkolaborasi dengan APINDO untuk mewujudkan visi dan misi tersebut,” ujar Effendy.

Menurutnya, kerja sama antara KADIN dan APINDO sangat krusial dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat. Dengan sinergi yang kuat, dunia usaha lokal dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai investasi, bukan sekadar menjadi penonton.

Gambar : Ucapan Selamat Tahun Baru IMLEK 2577 Kongzili (Ketua Kadin Kota Tarakan, Effendy Gunardi, S.E., M.M)

Dalam Musprov, Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO, Anthony Hilman, menyoroti persoalan kesiapan tenaga kerja lokal. Ia menilai masih ada anggapan bahwa tenaga kerja daerah belum sepenuhnya memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Effendy sependapat bahwa isu ketenagakerjaan menjadi tantangan utama. Menurutnya, dunia usaha bersama pemerintah harus berperan aktif dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing.

“Tenaga kerja lokal harus menjadi garda terdepan dalam menyambut investasi. Jika kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan industri, maka peluang kerja akan terbuka luas dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegas Effendy.

Ia menambahkan, peningkatan SDM terkhusus tenaga kerja harus kita buat sertifikasi. Kadin Tarakan sudah mempersiapkan tahun ini akan menjalankan sertifikasi untuk tenaga kerja yang terampil dan handal demi menyesuaikan tantangan pada perusahaan yang ada di Kalimantan Utara. Effendy Gunardi juga konsisten mengawal APINDO Kaltara sesuai posisinya yang didaulat menjadi dewan pertimbangan APINDO KALTARA sejak periode yang lalu.

Selain tenaga kerja, keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai investasi juga menjadi perhatian. Effendy menekankan bahwa pengusaha daerah harus diberi ruang untuk berpartisipasi dalam proyek strategis nasional.

“Kalau pengusaha lokal merasa nyaman, mereka justru menjadi promotor terbaik bagi investor lain untuk masuk,” katanya.

Ia menilai APINDO memiliki peran strategis sebagai mediator antara investor dan pelaku usaha lokal. Dengan adanya kemitraan yang saling menguntungkan, investasi tidak hanya membawa keuntungan bagi pihak luar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Utara.

Posisi geografis Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara lain menjadikan wilayah ini sangat strategis. Effendy menilai, potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Pemerintah diharapkan menjaga regulasi dan perizinan agar lebih memudahkan dunia usaha, namun tetap profesional. Kepercayaan investor adalah kunci keberlanjutan investasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak boleh hanya fokus menarik investor baru, tetapi juga harus memperhatikan pengusaha yang telah lama berinvestasi. Keberlanjutan usaha mereka akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Effendy menegaskan bahwa KADIN Tarakan siap mendukung APINDO Kaltara dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah. Menurutnya, kerja sama ini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan Utara.

“Terima kasih kepada seluruh anggota APINDO Kaltara atas kepercayaan yang diberikan. Kami yakin, dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita dapat mencapai kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan Utara,” tutup Effendy.

Musprov APINDO Kaltara 2026–2031 menjadi tonggak penting bagi dunia usaha daerah. Dengan kepemimpinan Piter Setiawan yang kembali dipercaya, dukungan KADIN Tarakan, serta komitmen pemerintah, Kalimantan Utara berpeluang besar menjadi etalase investasi nasional. Tantangan tenaga kerja lokal dan keterlibatan pengusaha daerah harus segera diatasi agar investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sinergi antara APINDO, KADIN, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, Kalimantan Utara tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang menyejahterakan masyarakatnya.

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.