Sekjen DPP Demokrat : Strategi Demokrat Kaltara Hadapi Tantangan Wilayah

Keterangan Gambar : Dr. Ir. E. Herman Khaeron, M.Si dan Dr. Yansen Tipa Padan, M.Si


TARAKAN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menegaskan bahwa Kalimantan Utara membutuhkan pendekatan politik dan strategi organisasi yang berbeda dengan daerah lain, khususnya Pulau Jawa. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Dr. Ir. E. Herman Khaeron, M.Si, dalam wawancara eksklusif usai pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Demokrat Kalimantan Utara.

Menurut Herman, karakter geografis Kalimantan Utara yang luas, jumlah kecamatan dan desa yang banyak, serta sebaran penduduk yang tidak merata menuntut pola kerja partai yang lebih adaptif dan kontekstual.

“Kalimantan Utara ini tidak bisa disamakan dengan pola Jawa. Kabupaten ada lima, kecamatan ratusan, desa lebih dari lima ratus, dan RT mencapai puluhan ribu. Maka Demokrat harus punya pola sendiri yang sesuai dengan karakter wilayah,” ujarnya.

Herman menegaskan bahwa kekuatan utama Demokrat ke depan bukan semata pada kemenangan elektoral, melainkan pada partisipasi politik masyarakat yang sadar dan berkelanjutan.

Ia menyebut Demokrat ingin membangun fanatisme yang sehat, berbasis nilai nasionalis-religius, stabilitas sosial, dan keberpihakan nyata pada kebutuhan rakyat.

“Kami tidak ingin hanya menang suara. Kami ingin rakyat sadar politik, sadar demokrasi, dan merasa bahwa partai hadir menjawab kebutuhan mereka,” tegas Herman.

Menurutnya, politik tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan kekuasaan, melainkan harus melahirkan masyarakat yang matang secara sosial dan demokratis.

Dalam wawancara yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Utara, Dr. Yansen Tipa Padan, M.Si, menekankan bahwa isu lingkungan menjadi perhatian serius Demokrat, baik secara regional maupun nasional.

Yansen menilai Kalimantan Utara memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga ekologis Pulau Kalimantan. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.

“Kalau hutan kita rusak, apa yang tersisa untuk anak cucu kita? Musibah lingkungan di daerah lain harus menjadi pelajaran. Jangan pernah meremehkan kerusakan alam,” kata Yansen.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, bukan saling meniadakan.

Sementara itu, Herman Khaeron menegaskan bahwa Rakerda Demokrat di seluruh provinsi, termasuk Kalimantan Utara, bukan agenda seremonial, melainkan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

“Rakerda harus menjadi momentum menyusun langkah strategis, memperkuat struktur, dan menyinkronkan strategi daerah dengan program DPP,” jelasnya.

Ia menyebut DPP Demokrat telah menetapkan 10 program strategis nasional yang harus diselaraskan dengan program DPD dan DPC, termasuk penguatan Badan Saksi Nasional dan strategi pemenangan pemilu.

Herman juga mengapresiasi capaian Demokrat Kalimantan Utara yang dinilai cukup solid. Saat ini Demokrat berhasil mempertahankan satu kursi DPR RI, meningkatkan kursi DPRD Provinsi dari lima menjadi enam, serta mencatat lonjakan signifikan di Kabupaten Malinau dengan sembilan kursi.

“Ini capaian luar biasa yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. Mesin partai tidak boleh berhenti. Dari sekarang harus bergerak,” tegasnya.

Menurutnya, target politik wajib dirumuskan sejak dini agar pergerakan partai terarah dan terukur.

Menanggapi isu nasional terkait sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herman menegaskan bahwa Demokrat saat ini belum membicarakan kontestasi Pemilu 2029.

“Mas AHY sedang fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, termasuk penanganan rehabilitasi pascabencana. Fokus kami sekarang adalah penguatan internal dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia menegaskan Demokrat berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat, baik melalui kader di eksekutif maupun legislatif.

Baik Herman maupun Yansen sepakat bahwa arah politik Demokrat ke depan adalah politik yang solutif, membumi, dan dekat dengan rakyat.

Melalui Rakerda dan Bimtek ini, Demokrat Kalimantan Utara diharapkan mampu melahirkan strategi yang sesuai dengan karakter daerah, menjaga kelestarian lingkungan, serta menghadirkan kader-kader yang bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat. (z)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.